Bahaya Kecanduan Sosmed Bagi Seseorang Dari Segi Psikologi

Sudah bukan hal yang mengherankan jika semakin berkembangnya budaya digital membuat layanan sosial media semakin beragam hingga satu orang bahkan bisa memegang lebih dari 5 akun sosial media berbeda. Sayangnya, menurut para psikolog, penggunaan sosial media (sosmed) ini ternyata juga memiliki dampak buruk bagi mental seseorang. Berikut beberapa bahaya kecanduan sosmed berdasarkan keterangan para pakar psikologi.

Beberapa Bahaya Kecanduan Sosmed

1 ) Menyebabkan stress dan depresi

Percaya atau tidak, penelitian menemukan bahwa ada banyak kasus stress dan depresi yang dialami pria maupun wanita akibatĀ  sosial media. Sebagian besar dikarenakan post yang isinya merujuk pada bullying dari banyak pengguna terhadap seseorang dalam suatu akun sosmed. Kata-kata kasar hingga penghinaan menyebabkan seseorang menjadi tertekan hingga depresi. Sebagai dampak buruknya, beberapa dari kalangan remaja bahkan melakukan percobaan bunuh diri.

2 ) Bisa menyebabkan seseorang menjadi teralienasi dari sosialnya

Bahaya kecanduan sosmed lainnya adalah menyebabkan seseorang menjadi teralienasi dari dunia nyata dan sosialnya baik berdasarkan keinginannya sendiri maupun secara tidak sengaja. Fenomena ini bisa dilihat dari kasus hikikomori yang banyak diderita orang Jepang. Anda juga bisa mengamati orang-orang sekitar. Mereka pasti akan sibuk dengan aplikasi sosmed dalam handphone sendiri daripada berbincang-bincang dengan orang sekitarnya.

3 ) Menjadi pamer

Aplikasi sosial media saat ini memungkinkan seseorang membuat postingan foto maupun video yang sebagian besar pasti berisi sesuatu tentang aktivitas maupun hal lainnya yang sedang digemari. Entah benda, tempat, maupun badan sendiri bahkan diposting dalam sosial media. Lama-kelaman, tanpa disadari hal ini menjadi membuat seseorang tersebut menjadi memiliki sifat pamer hingga apa saja diposting agar semua orang melihatnya.

4 ) Memicu sifat iri terhadap orang lain

Salah satu bahaya kecanduan sosmed yang juga masih jarang disadari oleh banyak orang adalah munculnya sifat iri hati setelah sering melihat postingan orang lain yang memamerkan barang maupun aktivitasnya. Orang yang melihat postingan tersebut, tentu ada kalanya akan berpikir bahwa ia juga dapat melakukan atau memiliki sesuatu yang bahkan lebih baik dari orang tersebut. Akibatnya, dari kebiasaan yang sambung-menyambung tersebut, sifat-sifat negatif seperti ini menjadi seperti virus menular.

5 ) Membuat kecanduan dan ketergantungan

Karena ketika membuka sosial media (sosmed) seseorang bisa mencari dan melakukan banyak hal yang disukainya, sudah bisa dipastikan jika ia tidak bisa mengendalikan diri ia akan sering menjelajahi akun jejaring sosialnya ia akan kecanduan untuk terus di depan PC atau smartphone. Karena itu, pengendalian diri agar tidak berlebihan menggunakan sosmed juga penting untuk ditanamkan.

6 ) Menyebabkan munculnya obsesi dan ambisi ke arah negatif

Bahaya kecanduan sosmed yang terakhir dalam bahasan ini adalah memicu ambisi dan obsesi ke arah negatif. Para pengguna jejaring sosial atau sosial media yang sebagian besar berasal dari kalangan remaja umumnya akan penasaran dan mengikuti apa yang banyak dilakukan banyak temannya. Sebagai contoh, ketika anak melihat temannya memposting foto smartphone barunya, bukan tidak mungkin seorang anak remaja ingin memiliki smartphone baru serupa.

Demikian beberapa bahaya kecanduan sosmed yang akan berimbas buruk pada mental psikis seseorang jika tidak dikendalikan sejak awal. Walaupun terlihat sepele, namun perlu diketahui bahwa masalah mental-lah awal dari sebuah penyakit fisik jika tidak segera diobati. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Semoga informasi ini bermanfaat untuk pribadi maupun orang-orang sekitar Anda.