Benarkah Jokowi yang Telah Mencairkan Harta Soekarno? Berikut Ulasannya!

Akhir-akhir ini sering dibahas di berita tentang Jokowi cairkan harta Bung Karno. Terlepas dari itu semua, sebenarnya harta Bung Karno atau yang lebih dikenal dengan nama Harta Amanah Soekarno ini merupakan perjanjian antara presiden dengan mantan Presiden Amerika dahulu yaitu JF Kennedy.

Dalam perjanjian tersebut mengatakan bahwa tahun 1965 tepatnya tanggal 14 November, Amerika harus membayarkan royalti dari perjanjian tersebut namun pada tahun yang sama Soekarno digulingkan dan tidak lagi menjadi presiden.

Kisah ini nyata dan semakin ramai diperbincangkan karena sejak jaman Pak Soeharto sampai presiden SBY yang terakhir banyak yang berusaha untuk mencairkan dana tersebut namun hasilnya juga tetap sama. Menurut sejarahnya sendiri dari berbagai sumber mengatakan bahwa dulunya saat sumpah pemuda yang berhubungan dengan Douwes Dekker, Raden Adipati Tirtokoesoemo, dan pangeran Ario Noto Dirodjo pada tahun 1906 di mana juga terjadi ikrar oleh raja-raja di Nusantara.

jokowi-cairkan-harta-bung-karno-1

Raja-raja Nusantara

Dari situ juga disepakati kalau raja nusantara wajib menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk kepentingan dana perjuangan dan dana revolusi, dan sebagian lagi disimpan di Bank luar negeri.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 17 Agustus 1945 dulu, kembali harta dana revolusi dihimpun melalui perusahaan asing dan perusahaan negara untuk menyumbangkan 5 persen yang menjadi sebagian kecil dari Dana Amanah Soekarno.

Dana yang lebih besar tercatat oleh The Green Hilton Memorial Agreement Geneva pada tanggal 14 November 1965 tersebut yang kini ramai diperbincangkan. Total jumlah dananya sendiri ada sekitar 97 Milyar USD (jika dirupiahkan sendiri memang sangat banyak sekali).

The Green Hilton Memorial Agreement Geneva pada tanggal 14 November 1965

The Green Hilton Memorial Agreement Geneva pada tanggal 14 November 1965

Dikabarkan sejak Soeharto sampai SBY sekalipun sudah pernah mencoba untuk mencairkannya namun ada saja potongan antara 50% sampai 80%. Terlepas dari itu semua sekarang ini banyak yang mengabarkan bahwa Jokowi cairkan harta Bung Karno.

Saat itu beliau (presiden Megawati) saat masih menjabat mencoba datang ke Swiss untuk mencairkan dana yang besar tersebut mengingat salah satu misteri yang ada di dunia adalah Harta Amanah Soekarno tersebut.

Megawati yang memang sebagai anak kandung dari Soekarno ditebak bisa mencairkan dana tersebut karena berbagai media dari belahan dunia ingin tahu apakah memang bisa dicairkan atau tidak, namun pada kenyataannya Bank UBS tetap saja memberikan potongan. Hal ini tentu akan merugikan mengingat total dana yang disimpan merupakan amanah dari raja-raja Nusantara.

jokowi-cairkan-harta-bung-karno-3

Bank UBS di Swiss

Desas-desus tersebut semakin menguat dengan adanya kabar bahwa Jokowi cairkan harta Bung Karno tersebut. terlepas dari itu semua memang dana yang jumlahnya sangat besar tersebut bisa berguna untuk membayar hutang negara.

Maka dari itu banyak masyarakat terutama para ahli ekonomi yang mengetahui tentang Harta Amanah Soekarno ini mendesak presiden untuk segera mencairkan dana tersebut mengingat hutang negara juga sangat besar. Namun belum dipastikan bahwa presiden Jokowi akan mencairkan dana tersebut atau tidak karena jika dilihat dari sisi ekonomi sendiri jelas mengalami peningkatan.

Banyak pihak yang sering mengirimkan pesan kepada presiden Jokowi dan mengatakan bahwa memiliki dokumen asli untuk pencairan tersebut. Namun ketika ditanyakan lagi pemilik dokumen tersebut menghilang.

Beberapa pihak dikabarkan memilki dokumen asli harta amanah soekarno

Beberapa pihak dikabarkan memilki dokumen asli harta amanah soekarno

Hubungan dana tersebut sebetulnya sudah ada sejak Indonesia belum merdeka yang digunakan oleh Amerika untuk menstabilkan ekonomi saat selesai perang dunia dahulu. Sebetulnya masih menjadi misteri mengapa dana tersebut disimpan saat itu dan mengapa sampai saat ini belum juga ada kabar untuk mencairkannya.