Definisi, Perbedaan, serta Fungsi dari Cek dan Bilyet Giro yang Penting untuk Diketahui

Cek dan bilyet giro adalah dua alat yang bisa digunakan untuk transaksi. Tapi, kebanyakan orang masih belum memahami apa yang dimaksud dengan cek dan juga bilyet giro beserta dengan perbedaannya. Oleh karena itu, kali ini akan diulas mengenai pengertian dan perbedaan cek dan bilyet giro.

Perbedaan Cek dan Bilyet Giro Beserta Pengertiannya

Definisi mengenai Bilyet Giro ternyata ada di dalam SK Direksi Bank Indonesia Nomor. 28/32/KEP/DIR tahun 1995. Dimana di dalam SK tersebut, Bilyyet Giro merupakan surat perintah nasabah yang sudah dibakukan atau distandardisir bentuknya oleh bank penyimpan dana yang digunakan untuk memindah bukukan dana dalam rekening yang pemilik bersangkutan kepada pihak lain sebagai penerima yang disebut dengan jelas dan lengkap namanya kepada bank yang berlainan atau sama. Pembayaran menggunakan Bilyet Giro adalah pembayaran dengan cara pemindahbukuan dana dari bank yang dipilih untuk penyimpanan dana milik penerbit kepada pihak bank penerima dana.

Sementara cek adalah alat penarikan tunai yang bisa dikatakan setara seperti menggunakan uang atau dana sebagai tanda terima. Berdasarkan pengertiannya secara khusus, cek adalah surat perintah yang dimiliki seseorang karena mempunyai rekening di sebuah bank. Dimana cek tersebut merupakan perintah supaya bank membayarkan uang kepada orang yang namanya tertulis dalam cek tersebut dengan nominal tertentu.

Secara umum giro dan cek merupakan surat berharga yang dipakai sebagai sebuah alat transaksi keuangan. Untuk para pengusaha, cek dan juga giro sangatlah penting. Karena transaksi dengan nilai besar terlalu repot jika harus menggunakan dana tunai. Lantas, apa saja perbedaan cek dan bilyet giro? Berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

1 ) Sifat

Berdasarkan sifatnya, cek merupakan tanda terima uang dimana penerima cek menerima sejumlah dana dalam bentuk tunai dari pemberi cek di bank tertentu. Dikarenakan sifat utama cek adalah alat pembayaran secara tunai sehingga dana yang dicairkan bisa langsung digunakan. Selain itu, cek juga memiliki sifat tanpa syarat dalam pencairannya sehingga penerima bisa dengan mudah mendapatkan dana sesuai dengan yang terbilang dan tersebut dalam cek.

Lain halnya dengan giro yang merupakan tanda pemindahan uang dalam bentuk non tunai. Pemegang atau penerima giro hanya bisa memindahkan sejumlah uang dari rekening pembuat atau pemberi giro di bank dengan menggunakan transfer ke rekening tabungan milik penerima.

2 ) Fungsi

Perbedaan cek dan bilyet giro yang pertama terletak pada fungsinya. Giro adalah alat transaksi non tunai menggunakan sistem memindah bukukan sejumlah uang antar rekening. Sementara cek adalah alat pembayaran tunai yang bisa dicairkan secara langsung di bank dan nama yang tercantum dalam cek bisa menggunakannya secara langsung. Untuk transaksi bernilai besar, menggunakan sistem pembayaran giro dianggap lebih aman dibandingkan dengan menggunakan cek.

3 ) Tanggal berlaku

Selain fungsinya, perbedaan cek dan bilyet giro juga bisa dilihat berdasarkan tanggal berlakunya. Untuk cek, masa berlakunya bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan antara yang memberi dengan yang menerima. Sedangkan giro tidak bisa memperpanjang tanggal berlaku seperti cek.

Walaupun begitu, giro mempunyai tanggal berlakunya sendiri yakni tanggal penerbitan giro dan tanggal efektif. Sekedar informasi, tanggal penerbitan merupakan tanggal dimana pemberi menerbitkan giro dan juga cek untuk pembayaran. Sementara tanggal efektif adalah tanggal penerima memindahbukukan sejumlah uang atau dana dari pemberi.

Selain yang disebutkan di atas, perbedaan cek dan bilyet giro juga terletak di bea materainya dimana cek mensyaratkan bea materai dan giro tidak. Demikianlah ulasan mengenai perbedaan antara bilyet giro dengan cek kali ini, semoga bermanfaat.